Objek Wisata Kawah Ijen Banyuwangi

Wisata Kawah Ijen adalah objek wisata alam yang ada di banyuwangi jawa timur yang memiliki pesona keindahan alam yang populer dengan danau kawah belerang serta ijen blue fire.Wisata ijen merupakan satu komplek gunung berapi yang terdiri dari danau kawah ijen serta dataran tinggi gunung ijen. Lokasi ini terdapat di tiga perbatasan kabupaten yakni Situbondo, Bondowoso serta Banyuwangi.

Gunung Ijen Banyuwangi atau lebih di kenal dengan kawah ijen yaitu di antara gunung yang tetap aktif yang ada di indonesia, tepatnya di propinsi Jawa Timur.Kawasan Wisata Kawah Ijen masuk dalam wilayah Cagar Alam Taman Wisata Ijen dengan luas 2.560 hektare, termasuk hutan wisata seluas 92 hektare

Wisata Kawah Ijen Banyuwangi

Wisata Kawah Ijen Banyuwangi

Wisata Kawah Ijen Banyuwangi merupakan objek wisata alam pendakian dengan jalur dan rute menuju puncak gunung ijen tidak seberat dengan pendakian gunung pada umumnya di Indonesia. Jarak pendakian menuju puncak gunung ijen sejauh 3 km dengan waktu tempuh sekitar 1,5-2 jam. Kawah ijen sendiri merupakan danau kawah terbesar di Indonesia yang mempunyai ketinggian 2. 443 mdpl, berdinding kaldera setinggi 300 – 500 m serta sudah 4 kali meletus pada tahun 1796, 1817, 1913 serta 1936.

Lokasi gunung ijen adalah tempat kegiatan untuk pertambangan belerang, di mana mengisyaratkan bahwa gunung ini tetap aktif serta beraktifitas. Waktu ada di lokasi kawah ijen, pengunjung dapat melihat beberapa penambang yang repot membawa tumpukan belerang di punggung mereka, menyusuri jalur yang curam serta dipenuhi oleh gas beracun yang beresiko.

Kawah ijen merupakan pusat danau kawah terbesar di dunia yang dapat menghasilkan 36 juta mtr. kubik belerang serta hidrogen klorida dengan luas lebih kurang 5. 466 hektar.Danau kawah yang beresiko ini mempunyai keindahan yang amat luar biasa dengan danau belerang berwarna hijau toska dengan sentuhan dramatis nan elok. danau kawah ijen ini mempunyai derajat keasaman 0 serta mempunyai kedalaman 200 mtr. keasamannya yang amat kuat bisa melarutkan pakaian serta jari manusia.

SEJARAH TERBENTUKNYA GUNUNG IJEN

Genesa Kaldera Gunung Ijen ini dibuat pertama kali oleh Van Bammelen tahun 1941. Kemudian disempurnakan oleh beberapa penulis berikutnya. Kondisi pada Pra-kaldera (sebelum terbentuk kaldera), tidak diketahui apa yang terjadi sebelum 300.000 tahun lalu, namun diperkirakan sudah terbentuk Stratovolcano tunggal (Paleo Ijen) dengan perkiraan ketinggian 3500 m. Gunung yang berisi lava dan pyroclastics ini berada diatas endapan berumur Miosen (12.5 juta tahun) yang berupa batu gamping.

Pembentukan kaldera diperkirakan terkait dengan letusan dengan volume besar yang menghasilkan (~ 80 km3) endapan aliran piroklastik, yang mencapai ketebalan 100-150 m. Yang paling luas berada di bagian utara lereng kompleks gunungapi ini. Peristiwa ini diperkirakan terjadi beberapa waktu sebelum 50.000 tahun lalu, Ini disimpulkan berdasarkan pada analisa umur dari K-Ar (50 ± 20 ka) dari aliran lava dari Gunung Blau yang dianggap menjadi unit pasca-kaldera tertua. Pada saat itu juga diperkirakan terjadi pembentukan danau di lantai kaldera. Danau sedimen yang terdiri dari serpih, pasir dan saluran sungai endapan yang terkena di daerah utara dekat Blawan.

Kegiatan vulkanik pasca pembentukan kaldera diantaranya fase letupan phreatomagmatic, freatik, strombolian dan Plinian yang menghasilkan kerucut lingkaran, yang umumnya berupa bangunan-bangunan komposit, dan kerucut dalam, yang sebagian besar adalah dibangun oleh material abu vulkanik. Gunung berapi ini menghasilkan abu vulkanik muda dan kerucut scoria (batu apung), serta lava, endapan aliran piroklastik dan endapan material hasil longsoran dan puing-puing yang sekarang mencakup aliran kaldera. Menurut Sitorus (1990) penanggalan radiokarbon dari endapan aliran piroklastik menghasilkan umur> 45.000 BP (di Jampit) 37.900 ± 1850 (di Suket), 29.800 ± 700 (di Ringgih), 24.400 ± 460 (di Pawenen Tua), 21.100 ± 310 (di Malang) dan 2.590 ± 60 (di Ijen).

Tips Wisata Ke Ijen Banyuwangi

Keindahan kawah gunung ijen memikat banyak wisatawan dari berbagai daerah di dalam negeri hingga luar negeri,meskipun begitu kawah ijen adalah gunung berapi aktif yang berbahaya dan anda diharuskan tetap hati hati dan waspada ketika berlibur ke tempat wisata ijen banyuwangi.Dibawah ini beberapa tips ber wisata ke kawah ijen :

1. Transportasi

Transportasi adalah sarana utama yang perlu dipersiapkan dan diketahui sebelum menuju ijen. Jika dari Surabaya/Malang melalui jalan darat menuju kota Bondowoso. Perkiraan perjalanan dari Surabaya ke Bondowoso sekitar tujuh jam menggunakan angkutan umum bus atau mobil pribadi namun jika anda melalui jalur udara bisa langsung menuju banyuwangi dari bandara juanda surabaya dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Sedangkan jika perjalanan ke ijen dari Bali bisa menuju Banyuwangi sekitar empat jam melalui jalur darat serta 1 jam penyebrangan jalur laut.

Dari Bondowoso atau Banyuwangi anda masih harus menempuh perjalanan menuju pos Paltuding dengan waktu tempuh 2 jam perjalanan melalui rute dan jalur pegunungan.

Cara backpacker ke Gunung Ijen sedikit rumit sebab minimnya fasilitas angkutan umum menuju kawasan ijen jadi kami sarankan jika berkunjung ke ijen lebih baik memakai jasa transportasi privat.

2. Penginapan

Penginapan dan hotel di ijen adalah  salah satu fasilitas wajib wisata ke ijen sebab lelahnya perjalanan panjang sangat dibutuhkan sebuah penginapan yang baik untuk beristirahat sejenak sebelum memulai pendakian menuju gunung ijen.Di pos akhir Paltuding ada penginapan sederhana yang dikelola Departemen Kehutanan berupa kamar dan villa seharga Rp 100.00 – 500.000 per malam. Dari sini Anda tinggal naik ke kawah Gunung Ijen.

Alternatif tempat menginap di dekat ijen yang lebih nyaman menginap di guest house milik PTP di Perkebunan Belawan dan Jampit dengan harga mulai Rp 250.000 –  600.000 per kamar per malam.Jarak menuju pos pendakian di ijen dari penginapan perkebunan ini  sejauh enam kilometer.

3. Waktu Terbaik

Waktu terbaik untuk berkunjung ke Gunung Ijen adalah di musim kemarau pada bulan Juli sampai September. Pada musim hujan sangat bahaya untuk mendaki karena jalanannya licin.Waktu pendakian kebanyakan wisatawan untuk mendaki gunung ijen jam 05.00 sampai 06.00 WIB karena matahari belum bersinar terik dan udara sangat segar dan lama perjalanan untuk naik dan turun gunung sekitar 3-4 jam sejauh 6 km pulang pergi.

Adapun beberapa wisatawan yang tertarik untuk pendakian dini hari / malam hari untuk melihat fenomena keindahan alam wisata ijen blue fire banyuwangi . Blue fire adalah proses pembakaran alami belerang yang memunculkan percikan api sehingga hanya bisa dilihat ketika langit masih gelap. Namun untuk pendakian malam hari kadang kala tiba tiba di tutup oleh petugas sebab kadang belerang naik dan sangat berbahaya bagi pendaki malam untuk melihat api biru di gunung ijen.

4. Yang Perlu Dipersiapkan

Beberapa perlengkapan wajib yang harus dipersiapkan terlebih dahulu sebelum mendaki dan melihat keindahan kawah ijen banyuwangi adalah masker gas, dan penghangat tubuh seperti jaket tebal, topi, syal dan sepatu untuk perlengkapan naik gunung. Senter juga diperlukan untuk penerangan jalan saat mendaki.

Tips Dan Sejarah Objek Wisata Kawah Ijen Banyuwangi

Beberapa tips wisata dan info sejarah kawah ijen di atas perlu untuk diketahui sebelum berkunjung ke gunung ijen agar perjalanan anda tetap aman dan memuaskan.Dan perlu anda ketahui bahwa di dunia hanya ada 2 keindahan alam dengan pancaran api biru (Blue Fire) yang salah satunya bisa anda temukan dan nikmati di kawasan Objek Wisata Kawah Ijen Banyuwangi Jawa Timur.

Ingin Tour Ke Ijen ? Di bawah Ini Pilihan Paket Tour Dan Kombinasinya :