Lokasi Gunung Bromo Dan Akses Jalan Ke Bromo Paling Aman

Dimanakan lokasi gunung bromo ?  Tidak semua orang tahu dimana posisi atau letak lokasi gunung bromo berada apakah di Malang atau Probolinggo atau Pasuruan. Jika dilihat dari peta lokasi, gunung bromo berada di perbatasan wilayah beberapa kabupaten yang ada di propinsi Jawa Timur. Dengan begitu tidak ada 1 wilayah di jawa timur yang berhak untuk memonopoli keberadaan gunung bromo itu sendiri.

Gunung bromo yang berada di area Taman Nasional Bromo Semeru Tengger adalah salah satu gunung berapi aktif yang dijadikan destinasi wisata alam. Meskipun kategori gunung berapi aktif, untuk berkunjung ke tempat ini seluruh wisatawan tidak perlu untuk mendaki maupun camping di bromo melainkan cukup sewa jeep bromo jika Anda datang ke bromo dengan menggunakan mobil pribadi yang bukan memakai penggerak roda 4×4.

Lokasi Gunung Bromo

Lokasi Gunung Bromo Dimana ?

Gunung bromo memiliki lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi dengan kawahnya berdiameter ± 800 m (utara-selatan) dan ± 600 m (timur-barat). Radius aman berkunjung ke bromo adalah 4 km dari pusat kawah Bromo.

Gunung ini dipercaya oleh masyarakat suku tengger yang beragama hindu sebagai gunung suci oleh sebab itu disetiap tahunnya selalu diadakan upacara adat suku tengger yang dinamakan kasada bromo. Prosesi ritual ini diadakan di pura luhur poten yang berada di kaki gunung bromo.

Secara geografis bahwa lokasi gunung bromo berada di 4 wilayah perbatasan kabupaten di Jawa Timur. Pontensi wisata gunung bromo sudah tidak diragukan lagi sebagai tujuan wisata internasional sehingga banyak sekali ditemukan turis dari berbagai negara ketika masa liburan tiba. Mulai dari turis asia, eropa hingga amerika semua ada di tempat ini.

Lalu karena lokasinya berada di 4 wilayah kabupaten, jalur ke bromo lewat mana yang paling direkomendasikan dan aman bagi pengunjung ?

Lokasi yang menarik dikunjungi

Cemoro lawang adalah desa terakhir yang ada di kaldera bromo yang menjadi salah satu pintu masuk menuju bromo.  Banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi di gunung bromo diantaranya menikmati pemandangan matahari terbit di puncak bromo, hamparan lautan pasir serta kawah bromo, berkuda serta menaiki anak tangga gunung bromo. Disisi sebelah timur terdapat hamparan rerumputan yang biasa disebut dengan padang savana dan bukit teletubbies serta yang terakir adalah pasir berbisik.

Jalan Menuju Bromo

Perjalanan ke bromo bisa jalan lewat 4 pintu masuk Pasuruan, Malang, Probolinggo dan Lumajang dengan detail rute perjalanan sebagai berikut ini.

  • Probolinggo – Sukapura – Cemoro Lawang – Bromo.
  • Malang – Tumpang – Gubugklakah – Ngadas – Jemplang – Bromo.
  • Malang – Purwodadi – Nongkojajar – Tosari – Gunung Bromo.
  • Pasuruan – Warungdowo – Ranggeh – Pasrepan – Puspo – Tosari – Wonokitri – Bromo.
  • Lumajang – Senduro – Ranu Pane – Bromo.

Dari beberapa pilihan jalan masuk ke bromo di atas maka Anda bisa membayangkan untuk memilih rute yang tepat sesuai dengan lokasi keberadaan Anda. Namun yang paling direkomendasikan untuk akses jalan dari beberapa rute tersebut adalah via kota Probolinggo sebab hanya jalur ke bromo dari Probolinggo banyak tersedia hotel dekat dengan bromo.

Hotel – hotel terbut diantaranya :

Sejarah Tentang Bromo

Suku tengger yang ada di sekitar taman nasional bromo semeru tengger merupakan suku asli yang menganut agama hindu. Menurut legenda, sejarah asal-usul suku tengger tersebut adalah masyarakat dari kerajaan majapahit yang mengasingkan diri. Uniknya, mereka tidak merasa ketakutan meskipun tahu bahwa gunung bromo termasuk gunung berapi masih aktif dan berbahaya.

Dalam keseharian masyarakat tengger pada umumnya adalah bertani dan beternak namun diera modern ini sudah banyak suku asli yang bertempat tinggal di bromo bekerja sebagai pelaku wisata seperti jasa sewa kuda, jeep maupun homestay. Masyarakat suku tengger setiap tahunnya mengadakan upacara adat yang selalu dinantikan oleh wisatawan. Sebut saja Upacara kasodo yang selalu diadakan setiap tahun pada bulan kasada hari ke-14 penanggalan jawa kuno.

Pada upacara tersebut, penduduk asli bromo atau suku tengger memberikan sesajian kemulut kawah bromo berupa ternak dan hasil panen yang berlimpah dengan harapan tolak – bala serta kesembuhan atas beragam penyakit. Beberapa masyarakat tengger yang lain menuruni tebing kawah untuk menangkap sesajian yang dilemparkan ke dalam kawah, sebagai perlambang barokah dari yang maha kuasa. Itulah cerita singkat tata cara prosesi upacara adat kasada di gunung bromo.