Wisata Kawah Ijen Banyuwangi

Wisata Kawah Ijen Banyuwangi adalah objek wisata alam yang berada di cagar alam kawah ijen yang menjadi batas wilayah antara kabupaten Bondowoso dan kabupaten Banyuwangi Jawa Timur. Pesona keindahan yang dimiliki kawah gunung ijen yang terkenal dan populer adalah blue fire. Apa itu blue fire ? fenomena alam proses pembakaran gas belerang yang bercampur dengan oksigen sehingga terbentuklah lidah api yang berwarna biru.

Gunung Ijen dengan ketinggian 2.799 mdpl dengan danau kawah seluas mencapai 5.466 Hektar dengan kedalaman 200 meter. Untuk menikmati keindahan yang ada di gunung ijen, wisatawan harus melakukan pendakian di malam hari sejauh 3 km yang bisa ditempuh sekitar 1,5 -2 jam.

Wisata Kawah Ijen Banyuwangi

Wisata Kawah Ijen Banyuwangi

Wisata Kawah Gunung Ijen adalah danau kawah bersifat asam terbesar di dunia. Waktu terbaik mendaki puncak gunung ijen untuk melihat fenomena alam blue fire yang ada di dalam kawah antara pukul 02.00 Wib – 03.00 Wib sebelum matahari terbit karena jika matahari sudah muncul fenomena api biru yang disebut dengan blue fire tidak bisa terlihat dengan mata telanjang.

Tidak cukup sampai puncak gunung ijen, Anda harus turun ke kawah untuk bisa melihat blue fire dari dekat. Jalan yang dilewati bebatuan terjal dan licin sejauh 800 meter.  Gunung ijen juga mengalami beberapa kali erupsi, dan terakhir mengalami erupsi sekitar tahun 1999.

SEJARAH GUNUNG IJEN

Berdasarkan catatan sejarah, Genesa Kaldera Gunung Ijen ini dibuat pertama kali oleh Van Bammelen tahun 1941. Kemudian disempurnakan oleh beberapa penulis berikutnya. Kondisi pada Pra-kaldera (sebelum terbentuk kaldera), tidak diketahui apa yang terjadi sebelum 300.000 tahun lalu, namun diperkirakan sudah terbentuk Stratovolcano tunggal (Paleo Ijen) dengan perkiraan ketinggian 3500 m. Gunung yang berisi lava dan pyroclastics ini berada diatas endapan berumur Miosen (12.5 juta tahun) yang berupa batu gamping.

Pembentukan kaldera diperkirakan terkait dengan letusan dengan volume besar yang menghasilkan (~ 80 km3) endapan aliran piroklastik, yang mencapai ketebalan 100-150 m. Yang paling luas berada di bagian utara lereng kompleks gunungapi ini. Peristiwa ini diperkirakan terjadi beberapa waktu sebelum 50.000 tahun lalu, Ini disimpulkan berdasarkan pada analisa umur dari K-Ar (50 ± 20 ka) dari aliran lava dari Gunung Blau yang dianggap menjadi unit pasca-kaldera tertua. Pada saat itu juga diperkirakan terjadi pembentukan danau di lantai kaldera. Danau sedimen yang terdiri dari serpih, pasir dan saluran sungai endapan yang terkena di daerah utara dekat Blawan.

Kegiatan vulkanik pasca pembentukan kaldera diantaranya fase letupan phreatomagmatic, freatik, strombolian dan Plinian yang menghasilkan kerucut lingkaran, yang umumnya berupa bangunan-bangunan komposit, dan kerucut dalam, yang sebagian besar adalah dibangun oleh material abu vulkanik. Gunung berapi ini menghasilkan abu vulkanik muda dan kerucut scoria (batu apung), serta lava, endapan aliran piroklastik dan endapan material hasil longsoran dan puing-puing yang sekarang mencakup aliran kaldera. Menurut Sitorus (1990) penanggalan radiokarbon dari endapan aliran piroklastik menghasilkan umur> 45.000 BP (di Jampit) 37.900 ± 1850 (di Suket), 29.800 ± 700 (di Ringgih), 24.400 ± 460 (di Pawenen Tua), 21.100 ± 310 (di Malang) dan 2.590 ± 60 (di Ijen).

Jalur Pendakian Ijen

Pendakian ke gunung ijen bisa melewati 2 rute yaitu via Bondowoso dan Banyuwangi. Rute dan jalur ke Ijen dari Bondowoso – Wonosari – Tapen – Sempol – Paltuding sedangkan rute dan jalur ke Ijen dari Banyuwangi – Licin – Banyusari – Paltuding. Setiba di paltuding kemudian start mendaki ke puncak gunung ijen dengan jalur lintasan awal sejauh 2 km yang cukup berat karena medan jalan yang menanjak kemudian 1 km sisa agak landai namun bau gas belerang sudah bisa tercium sangat pekat sehingga semua pengunjung diharuskan memakai masker gas.

Lokasi gunung ijen merupakan tempat penambangan belerang oleh warga lokal sejak era penjajahan Belanda hingga saat ini. Waktu berada di ijen, pengunjung dapat melihat aktivitas beberapa penambang yang repot membawa tumpukan belerang di punggung mereka menyusuri jalur yang curam serta dipenuhi oleh gas beracun yang beresiko.

Kawah ijen merupakan pusat danau kawah terbesar di dunia yang dapat menghasilkan 36 juta mtr. kubik belerang serta hidrogen klorida dengan luas lebih kurang 5. 466 hektar. Danau kawah yang beresiko ini mempunyai keindahan yang mendunia dengan danau belerang berwarna hijau toska. Danau kawah ijen ini mempunyai derajat keasaman yang amat kuat sehingga mampu melarutkan pakaian serta jari manusia.

Tips Wisata Ke Ijen

Keindahan kawah gunung ijen memikat banyak wisatawan dari berbagai daerah di belahan dunia. Meski begitu ijen tetap menjadi gunung berapi aktif yang berbahaya dan Anda harus tetap hati – hati dan waspada ketika berlibur ke tempat wisata ijen banyuwangi. Dibawah ini beberapa tips wisata ke kawah ijen :

1. Transportasi

Transportasi adalah sarana utama yang perlu dipersiapkan dan diketahui sebelum menuju ijen. Jika dari Surabaya/Malang melalui jalan darat menuju kota Bondowoso. Perkiraan perjalanan dari Surabaya ke Bondowoso sekitar tujuh jam menggunakan angkutan umum bus atau mobil pribadi namun jika anda melalui jalur udara bisa langsung menuju banyuwangi dari bandara juanda surabaya dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Sedangkan jika perjalanan ke ijen dari Bali bisa menuju Banyuwangi sekitar empat jam melalui jalur darat serta 1 jam penyebrangan jalur laut.

Dari Bondowoso atau Banyuwangi anda masih harus menempuh perjalanan menuju pos Paltuding dengan waktu tempuh 2 jam perjalanan melalui rute dan jalur pegunungan.

Cara backpacker ke Gunung Ijen sedikit rumit sebab minimnya fasilitas angkutan umum menuju kawasan ijen jadi kami sarankan jika berkunjung ke ijen lebih baik memakai jasa transportasi privat.

2. Penginapan Untuk Istirahat

Istirahat yang cukup. Penginapan dan hotel di ijen adalah  salah satu fasilitas wajib bagi setiap wisatawan yang datang ke ijen karena lelahnya perjalanan panjang sehingga sangat butuh tempat beristirahat sejenak sebelum memulai pendakian menuju puncak gunung ijen.

3. Waktu Terbaik Ke Ijen

Waktu terbaik untuk berkunjung ke Gunung Ijen adalah di musim kemarau pada bulan Juli sampai Oktober. Pada musim hujan sangat bahaya untuk mendaki karena jalannya yang licin. Untuk mendapatkan pemandangan terbaik dan lengkap di ijen harus mendaki tengah malam antara pukul 02.00 Wib – 03.00 Wib. Jam buka Ijen setiap hari mulai pukul 1 dini hari –  sore hari. Pendakian ijen selalu ditutup hari jumat setiap awal bulan di minggu pertama.

4. Yang Perlu Dipersiapkan

Beberapa perlengkapan wajib yang harus dipersiapkan terlebih dahulu sebelum mendaki dan melihat keindahan kawah ijen banyuwangi adalah masker gas, dan penghangat tubuh seperti jaket tebal, topi, syal dan sepatu untuk perlengkapan naik gunung. Senter juga diperlukan untuk penerangan jalan saat mendaki.

Paket Wisata Kawah Ijen Banyuwangi

Keindahan alamnya yang mendunia serta langka membuat gunung ijen selalu menarik bagi siapa saja. Tour ke Ijen bisa dimulai dari Surabaya, Malang, Banyuwangi dan Bali. Dengan paket wisata kawah ijen blue fire, Anda banyak mendapat fasilitas yang mendukung kebutuhan perjalanan wisata Anda disini. Silahkan hubungi bromomalangtour.com untuk informasi tentang kawah ijen banyuwangi.

Tour terkait Ijen :